Tentang

Misi Kami


Kami percaya akses terhadap bahan bacaan serta sumber pengetahuan bagi semua kalangan dapat membentuk masyarakat yang berdaya dan kuat. Misi kami adalah membuka kesempatan dan menyediakan akses yang seluas-luasnya terhadap bahan dan kegiatan literasi kepada semakin banyak kalangan masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam di segala kondisi dan situasi.

WBC

UNESCO World Book Capital merupakan sebuah inisiatif yang digagas pada 1996 dengan tujuan untuk mendorong dan mendukung kerja penerbitan di tingkat lokal dan global dengan memberikan penghargaan selama satu tahun untuk kota-kota dengan program promosi perbukuan terbaik. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong perdamaian, kekayaan budaya dan dialog lintas budaya melalui pendidikan, komunikasi, dan pertukaran informasi.

Jakarta WBC 2022

Jakarta sebagai ibu kota Indonesia telah menjadi pusat perkembangan kebudayaan dengan sejarah literasi yang membentang sejak masa kerajaan Nusantara sampai hari ini, keberadaan gedung-gedung pusat kebudayaan, tingginya geliat industri penerbitan dan perkembangan teknologi literasi digital yang cukup pesat. Keunggulan tersebut didukung lebih lanjut dengan pertemuan dan interaksi lintas budaya yang telah berlangsung lama di Jakarta yang membentuk inklusivitas dalam kehidupan bermasyarakat penduduk Jakarta sehari-hari. Dengan semua aset yang ada dan terus berkembang, Jakarta merasa telah siap untuk mengajukan diri sebagai UNESCO World Book Capital 2022. Penobatan Jakarta sebagai Kota Buku Dunia akan menjadi tanggung jawab masyarakat untuk memajukan dunia literasi dan perbukuan Jakarta sehingga dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia maupun di tingkat internasional.

With its history of literacy, book facilities, and centres of technology and telecommunication, Jakarta proposes itself as UNESCO World Book Capital City 2022. The awarding of Jakarta as World Book Capital City will become the people’s responsibility to provide more support in the efforts to advance the city’s literacy and book industry to become an aspiring movement for other regions in Indonesia or in the world.

Principles


Menggalakkan Inklusivitas


Mengusung slogan Now Everybody’s Reading, pengajuan Jakarta sebagai World Book Capital 2022 didasarkan pada gagasan memperluas, mengembangkan dan mempermudah akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan kegiatan literasi yang diwarnai dengan semangat inklusivitas. Inklusivitas latar belakang agama dan budaya telah menjadi aset Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia, sebuah negara yang terdiri dari 17.000 pulau dengan keragaman warisan budaya.

Menguatkan Resiliensi


Di tengah persiapan pengajuan World Book Capital, pandemi COVID-19 melanda dunia. Musibah tersebut turut memberikan imbas signifikan untuk Indonesia, khususnya Jakarta. Kondisi tersebut tidak menghentikan langkah pemerintah provinsi DKI Jakarta serta para pelaku dan pemerhati dunia perbukuan dan literasi di Jakarta untuk terus melakukan kerja di bidang literasi. Bahkan beragam inovasi kegiatan bermunculan di tengah kondisi pandemi, membuktikan bahwa buku dapat menjadi salah satu strategi membangun dan mempertahankan resiliensi atau kekuatan masyarakat di tengah kondisi krisis kesehatan publik. 

Mendukung Pelaku dan Komunitas Perbukuan


Ruang pertemuan bagi pelaku dunia perbukuan mulai dari penulis, pembaca, penerbit, literary agent, pustakawan semakin dibutuhkan untuk saling berbagi pelajaran dan pengalaman, mendiskusikan peristiwa dan permasalahan yang sedang berlangsung, dan mendorong peluang kerja sama di masa mendatang. Jakarta telah menjadi salah satu kota di Indonesia yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan acara-acara pertemuan tersebut, baik untuk skala nasional maupun internasional. Kesiapan Jakarta untuk mengadakan kegiatan perbukuan berskala internasional akan dibuktikan sekali lagi pada tahun 2022 dengan pelaksanaan IPA World Congress.

Memberdayakan Anak dan Pelajar


Anak-anak dan pelajar usia muda merupakan salah satu komponen masyarakat yang memainkan peran penting dalam perkembangan masa depan suatu kota atau negara. Memberikan lebih banyak kesempatan dan akses bagi anak-anak dan pelajar untuk mendapatkan pengetahuan akan mendukung capaian akademis dan non-akademis mereka. Pendidikan literasi melalui program-program yang dibungkus secara menarik pun perlu terus dikembangkan dan digalakkan untuk membentuk generasi yang kritis dan kreatif.

Mengembangkan Budaya dan Sastra


Indonesia memiliki keragaman budaya dan sejarah perkembangan sastra yang panjang, dan penuh dinamika. Sampai hari ini, kebudayaan dan sastra Indonesia masih berkembang, lebih lanjut didukung dengan perkembangan teknologi informasi. Kami berupaya untuk turut berperan dalam upaya pengembangan tersebut melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang merangkul keragaman budaya dan menguatkan ekosistem sastra Indonesia, terutama Jakarta.

IPA World Congress


Sebagai sebuah negara, Indonesia telah diakui secara internasional memiliki potensi ekonomi yang besar–fakta untuk industri penerbitannya yang mengeluarkan rata-rata 60.000 judul baru per tahun, menjadikan Indonesia sebagai negara produser buku terbesar di Asia Tenggara. Lebih lanjut, dengan sejumlah capaian Indonesia dalam hal pengakuan internasional terhadap industri kreatif, yang termasuk di dalamnya industri buku, Indonesia menjadi model di kawasan Asia Tenggara. Setelah keberhasilan Indonesia sebagai Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015 dan Negara Fokus Pasar untuk London Book Fair 2019, tiba saatnya Indonesia berkiprah sebagai negara yang unggul di Asia Tenggara. 

Indonesia, dengan diwakili oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), merupakan salah satu dari empat negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota penuh dari International Publishers Association (IPA) yang berbasis di Swiss.  International Publishers Association (IPA).

Dan sebagai ibu kota Indonesia dengan pengalaman yang memadai dalam menjadi tuan rumah pelaksanaan beragam kegiatan literasi tingkat nasional maupun internasional, dengan bangga kami mengumumkan bahwa pengajuan Jakarta sebagai tuan rumah IPA World Congress untuk tahun 2022 telah dinyatakan lolos. Pelaksanaan kongres penerbitan tingkat internasional di Jakarta ini menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam pengajuan World Book Capital 2022, dan keberhasilannya akan menjadi salah satu bukti kesiapan Jakarta untuk menyandang gelar Kota Buku Dunia. 

IPA World Congress 2022 akan dilaksanakan selama dua hari dengan pilihan tambahan pada hari ketiga untuk kegiatan eksplorasi ke tempat-tempat bersejarah di Jakarta. Hari pertama pelaksanaan Kongres akan difokuskan pada Industri Penerbitan, sementara hari kedua akan diisi dengan panel-panel diskusi tentang Pemberdayaan Literasi Global. Lima panel diskusi akan digelar setiap hari dengan mendatangkan pembicara dari seluruh dunia. Sebagai tambahan dari diskusi serius tentang industri perbukuan dan dunia perbukuan, IPA World Congress 2022 di Jakarta juga akan diwarnai dengan kegiatan-kegiatan budaya dan literasi.

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian